MAKASSAR – Dalam upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekitar, mahasiswa Program Studi Pengelolaan Perhotelan, Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar sukses menyelenggarakan rangkaian pelatihan kewirausahaan terpadu selama dua hari pada 18 hingga 19 April 2026. Melalui program Aplikasi Manajemen Mahasiswa (APM), kegiatan ini memadukan keterampilan teknis produksi Food & Beverage dengan literasi pemasaran digital.
Rangkaian kegiatan yang berpusat di Kampus Poltekpar Makassar ini menyasar warga dari dua kelurahan berbeda, membekali warga dengan keterampilan praktis untuk merintis usaha di sektor kuliner dan minuman yang tengah berkembang pesat.
Hari Pertama: Kegiatan Mengusung Tema “Home Barista to Coffeepreneur”
Kegiatan diawali pada Sabtu, 18 April 2026, dengan mengangkat tema “Home Barista to Coffeepreneur”. Sebanyak 30 warga Kelurahan Bongaya antusias mengikuti pelatihan yang dirancang khusus untuk meningkatkan keterampilan pelaku pariwisata dalam pengembangan produk, khususnya minuman kopi.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Direktur 2 Poltekpar Makassar, Bapak Muhammad Arfin Muhammad Salim, S.Pd., M.Pd., Ph.D., CHE. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya sinergi antara keterampilan teknis dan kejelian melihat peluang pasar.
“Kegiatan APM dengan tema ‘Home Barista to Coffeepreneur’ ini merupakan wujud nyata pengabdian Politeknik Pariwisata Makassar kepada masyarakat, khususnya bagi warga Kelurahan Bongaya. Kami berharap, melalui pelatihan ini, para peserta tidak hanya sekadar mahir menyeduh kopi di rumah, tetapi juga mampu melihat peluang bisnis yang lebih besar. Transformasi dari seorang home barista menjadi seorang coffeepreneur memerlukan perpaduan antara keterampilan teknis dan jiwa kewirausahaan. Dengan fasilitas yang ada di kampus kami, kami ingin memberikan bekal yang komprehensif agar masyarakat dapat meningkatkan kemandirian ekonomi melalui industri kopi yang sedang berkembang pesat saat ini.”
Selain praktik menyeduh kopi, peserta juga diedukasi mengenai pentingnya penerapan digitalisasi dalam pemasaran serta manajemen keuangan dasar untuk menunjang potensi usaha mereka ke depan.

Hari Kedua: Optimalisasi Peluang Usaha Melalui “Digital Culinary Business”
Semangat kewirausahaan berlanjut pada keesokan harinya, Minggu, 19 April 2026, dengan tajuk “Digital Culinary Business”. Kali ini, mahasiswa Program Studi Pengelolaan Perhotelan beserta dosen pembimbing mendampingi 30 peserta yang terdiri dari masyarakat umum, perwakilan kelurahan, serta anggota Karang Taruna dari Kelurahan Parangloe.

Jika di hari pertama fokus pada produk minuman, hari kedua menitikberatkan pada olahan makanan. Para peserta diajak langsung melakukan praktik pembuatan produk kuliner bernilai jual, yaitu Mie Pedas dan Dimsum.
Tidak hanya berfokus pada olahan makanannya saja namun luaran dari kegiatan ini dirancang agar peserta dapat mandiri dalam mengelola bisnis kedepannya. Oleh karena itu, materi praktik juga mencakup:
- Teknik Pengemasan dengan menciptakan tampilan produk yang higienis, menarik, dan aman untuk pengiriman.
- Perhitungan Biaya (Costing) & Penentuan Harga dengan mengedukasi peserta cara menghitung cost product untuk menentukan harga jual yang kompetitif namun tetap menguntungkan.
- Pemasaran Digital Dasar dengan memanfaatkan platform digital sebagai etalase utama untuk menjangkau pasar yang lebih luas.


Dua hari pelaksanaan Aplikasi Manajemen Mahasiswa ini tidak hanya menjadi wadah bagi mahasiswa Program Studi Pengelolaan Perhotelan untuk mengaplikasikan ilmu manajemen secara langsung di lapangan, tetapi juga mempertegas peran kampus vokasi di tengah masyarakat. Melalui kolaborasi ini, diharapkan akan lahir coffeepreneur dan pengusaha kuliner digital baru yang tangguh, inovatif, dan mampu mengangkat potensi ekonomi di wilayahnya masing-masing.